Senin Wage, 10 Desember 2018
1 Rabiul Tsani 1440 Hijriyah


kumpulan nama bayi perempuan dan laki-laki
 

Kumpulan Nama Berdasarkan Metode Pythagoras


Anda bingung ingin memberikan nama pada anak? Kami memiliki koleksi ratusan ribu nama dan artinya yang bisa anda akses secara gratis. Koleksi nama terbaru akan kami tambahkan secara berkala dan ditampilkan secara acak (tidak berdasarkan abjad). Nama terbaru yang kami tambahkan akan ditampilkan pada halaman pertama. Gunakan menu pencarian untuk mencari suatu nama.


Brisia Jodie Asyria Triana Putri Irfannusir Rasman Jusup Maruta Cahyadi Radhwa Athaya Yulianzalika Suzzanna Martha Frederika Van Osch Nanda Putra Purnama Rany Razia Ciktuti Iin Puspita Sabrina Chairunnisa Fiki Alman Samantha Edithso Baiq Nuril Lee Jong Suk Andi Arsyil Siva Aprilia
Dwinda Ratna Furry Setya Ervan Anugerah Asmoro Kartika Berliana Iman Usman Stefhanie Zamora Adya Laksmana Sudrajat Nadia Octavia Laura Lazarus Vincent Raditya Janine Intansari Tuti Tursilawati Andritany Ardhiyasa Eva Yuzaifa




PAMOR

Pamor dalam dunia perkerisan memiliki 3 (tiga) macam pengertian. Yang pertama menyangkut bahan pembuatannya; misalnya: pamor meteorit, pamor Luwu, pamor nikel, dan pamor sanak. Pengertian yang kedua menyangkut soal bentuk gambaran atau pola bentuknya. Misalnya: pamor Ngulit Semangka, Beras Wutah, Ri Wader, Adeg, dan sebagainya. Ketiga, menyangkut soal teknik pembuatannya, misalnya: pamor mlumah, pamor miring, dan pamor puntiran.

KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.


belajar metafisika

info dunia gaib