Rabu Pon, 21 Agustus 2019
19 Dzulhijjah 1440 Hijriyah


Pasang Iklan

RamalanArtiNama.com memiliki trafik yang cukup tinggi yakni lebih dari 300.000 unique visitor tiap bulannya. Anda bisa akses statistiknya di http://histats.com/viewstats/?sid=2843041&act=2

Bagi yang berminat pasang iklan, anda cukup menyediakan banner ukuran 300x250 dan bisa dipasang sebelah kanan atas atau bawah. Untuk tarif banner posisi kanan atas adalah Rp.1.000.000/bulan sedangkan posisi kanan bawah adalah Rp.750.000/bulan

.

Bagi yang berminat silahkan hubungi email informasipenting88@gmail.com






GENTAYANGAN

Berkeliaran. Tidak menetap. Istilah ini sering ditujukan kepada arwah yang diyakini belum diterima di sisi Tuhan sehingga berkeliaran dan terkadang mengganggu manusia.

KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.


belajar metafisika

info dunia gaib