Selasa Kliwon, 22 Oktober 2019
22 Safar 1441 Hijriyah


nomor plat kendaraan hoki

Meriam Keramat : Wisata Mistis di Pulau Menangis


meriam keramat pulau menangis

Pulau menangis atau pulau pulau Miangas berada di Desa Miangas, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi utara. Miangas mengandung arti "menangis" karena konon pulau ini seringkali disinggahi para perampok sehingga banyak penduduknya yang menangis akibat penderitaan tersebut.

Salah satu destinasi wisata yang menarik namun cukup angker adalah "Meriam Keramat" yang terletak diatas bukit pulau menangis. Ada 4 meriam yang merupakan peninggalan Portugis dan masyarakat setempat menyebutnya dengan nama : opa, oma, papa, dan mama. Meriam-meriam ini juga dipercaya sebagai penjaga pulau karena meriam ini bukanlah meriam sembarangan karena mengandung hawa mistis yang dapat mencelakakan siapapun yang mengganggu pulau.


  • Baca juga : Setitik Noda Akibat Diguna-guna

  • Terlebih jika ada yang mencuri meriam itu alamatnya akan sial dan menderita. Siapapun yang mencuri meriam tersebut dipercaya akan mendapatkan bala atau malapetaka. Untuk bisa melihat meriam tersebut sebenarnya tidak bisa langsung begitu saja datang karena memerlukan izin dari kepala adat terlebih dahulu.

    Salah satu meriam yang paling sering dicuri adalah meriam mama karena bentuknya yang kecil dan berbeda dengan ketiga meriam lainnya. Ada kisah dimana meriam itu dicuri oleh seseorang dari luar pulau dan ketika pencuri tersebut berada di dalam kapal, muncul badai dilaut yang tidak biasanya. Beruntung sang kapten kapal mengetahui ada sesuatu yang tidak lazim sehingga kemudian menggeledah penumpang kapal lalu ditemukanlah meriam tersebut dan kemudian dikembalikan kepada kepala adat.

    Ada lagi kisah oknum tentara yang mencuri meriam. Tidak lama ia mengalami sakit yang tidak berkesudahan hingga rambutnya rontok. Dokter pun tidak bisa mendiagnosa penyakitnya tersebut. Warga pun mulai mencurigai ia mencuri meriam karena meriam tidak lagi ada ditempatnya. Akhirnya oknum tentara itu mengakui perbuatannya dan mengembalikannya ke kepala adat dan ajaibnya penyakitnya langsung sembuh. Kisah keangkeran meriam keramat ini banyak beredar dan biasanya diceritakan kepada para pendatang agar memetik pelajaran dari kisah tersebut untuk senantiasa menjaga benda-benda bersejarah.









    PATI GENI

    Puasa Patigeni hampir sama dengan puasa Ngebleng. Perbedaanya ialah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dst. Jika seseorang yang melakukan puasa Patigeni ingin buang air maka, harus dilakukan didalam kamar (dengan memakai pispot atau yang lainnya). Ini adalah mantra puasa patigeni : "niat ingsun patigeni, amateni hawa panas ing badan ingsun, amateni genine napsu angkara murka krana Allah taala".

    STICHOMANCY

    Merupakan suatu bentuk ramalan dengan cara melemparkan buku dan memilih secara acak lembaran-lembaran buku untuk tujuan peramalan.




    belajar metafisika