Kamis Pahing, 13 Desember 2018
4 Rabiul Tsani 1440 Hijriyah


Mengenal Asal Muasal Benda Pusaka


benda pusaka

Dalam dunia supranatural, kepemilikan benda pusaka adalah hal yang lazim dijumpai. Para praktisi supranatural, masyarakat umum hingga pejabat tinggi biasanya memiliki ageman atau pegangan benda pusaka. Beberapa contoh benda pusaka misalnya :

- Keris, kujang, tombak, pedang dan sejenisnya
- Merah delima
- Quran Stambul
- Rantai babi
- Aneka batu akik
- Tasbih
- Patung
- dan lain sebagainya.

Asal Muasal Benda Pusaka

Yang dimaksud dengan benda pusaka disini adalah benda yang diambil dari alam gaib dan bukan benda yang di "isi" oleh pelaku spiritual. Lalu dari mana asal benda pusaka? apakah mahluk gaib atau khodam yang membuat pusaka tersebut di alam gaib lalu memberikannya kepada manusia? Jawabannya adalah hampir semua benda pusaka itu bikinan manusia, hanya saja pusaka tersebut disenangi oleh khodam dan kemudian diambil ke alam gaib. Jadi ada perpindahan benda pusaka dari alam nyata ke alam gaib. Lalu kemudian pusaka tersebut kembali lagi ke alam nyata melalui proses penarikan oleh praktisi spiritual atau khodam pusaka itu sendiri yang memang ingin memberikannya secara sukarela pada seseorang.

Dengan demikian asal muasal benda pusaka tersebut adalah : dari alam nyata (buatan manusia) -> pindah ke alam gaib (diambil khodam) -> kembali lagi ke alam nyata. Benda pusaka yang sudah maujud ke alam nyata dipastikan memiliki khodam yang mendiami pusaka tersebut sehingga kemudian memiliki tuah.


Mungkin ada yang bertanya, kenapa ada keris dari alam gaib ketika diwujudkan ke alam nyata sudah dengan warangkanya? jawabannya karena saat keris tersebut diambil oleh khodam, yang terambil adalah keris + warangkanya sehingga ketika ditarik kembali ke alam nyata maka yang didapat pun biasanya keris + warangkanya. Begitu juga dengan batu akik, saat diwujudkan ke alam nyata, bisa saja berwujud batu akik + ring (emban) cincinnya karena saat masuk ke alam gaib yang diambil adalah batu dan ringnya. Jika yang diambil hanya batunya saja, maka saat penarikan pusaka pun yang didapat hanya batunya saja.

Cara Mendapatkan Benda Pusaka

Untuk mendapatkan benda pusaka dari alam gaib ada berbagai macam cara :

1. Pusaka datang dengan sendirinya. Ini bisa terjadi jika memang ada leluhur yang memberikan pusaka itu kepada anda sebagai ahli warisnya. Tanpa perlu melakukan ritual biasanya pusaka tersebut datang dengan sendirinya misalnya saat meditasi atau berzikir tiba-tiba pusaka sudah ada di depan kita, atau saat bangun tidur bermimpi ketemu dengan khodam pusaka atau melihat wujud pusaka dan paginya, pusaka tersebut sudah ada disamping kita.

2. Menarik Pusaka dengan sengaja. Cara seperti ini yang paling banyak dilakukan oleh banyak spiritualis yakni dengan menarik atau menyedot pusaka dari alam gaib untuk kemudian diwujudkan ke alam nyata. Agar mampu melakukan hal ini maka harus mampu membuka gerbang alam gaib, berkomunikasi dan mengetahui kunci-kunci pusaka itu sendiri agar mau wujud ke alam nyata. Cara yang dilakukan biasanya dengan cara minta izin secara baik-baik dan cara yang agak ekstrim adalah mengalahkan khodam pusaka tersebut terlebih dahulu.

Dalam hal menarik pusaka, kita harus berhati-hati karena banyak paranormal/spiritualis palsu yang melakukan penipuan atau bermain trik sulap dimana pusaka tersebut sebenarnya sudah ditanam dulu di dalam tanah, atau didalam pohon. Jika anda memiliki kepekaan terhadap energi, sebenarnya cukup mudah mendeteksi apakah paranormal tersebut melakukan penarikan pusaka asli ataukah palsu. Saat melakukan penarikan pusaka yang asli, akan sangat terasa energi yang besar saat melakukan ritual penarikan dan terkadang benda yang ditarik dari alam gaib terasa panas saat dipegang ketika baru muncul di alam nyata. Sedangkan jika paranormal tersebut palsu, tidak akan ada energinya saat ritual dan pusakanya pun tidak memancarkan energi.

Tuah Benda Pusaka

Manfaat atau tuah pusaka berbeda-beda sesuai dengan "isi" yang terdapat didalamnya misalnya untuk kewibawaan, kekebalan, kerejekian, pagar gaib dan lain sebagainya. Bahkan jenis pusaka tertentu seperti mirah delima atau rantai babi bisa digunakan untuk menarik benda pusaka lainnya atau bahkan harta terpendam. Untuk mengetahui fungsi atau manfaat dari pusaka, anda harus mampu berkomunikasi dengan khodam pusaka tersebut atau gunakan jasa spiritualis yang mampu berkomunikasi dengan khodam tersebut. Adalah sangat penting mengetahui manfaat dan sejarah pusaka itu sendiri agar tahu cara merawat pusaka tersebut.

Efek Samping Kepemilikan Benda Pusaka

Banyak orang diwariskan pusaka namun tidak merawatnya. Hal ini mungkin karena tidak tahu atau tidak peduli. Yang perlu diwaspadai jika pusaka tidak dirawat adalah efek sampingnya. Jika khodam tersebut marah, maka seisi rumah bisa terkena akibatnya. Misalnya hawa rumah terasa panas, penghuninya susah rejekinya, sering emosi, susah jodoh dan lain sebagainya. Jadi jika anda diwariskan pusaka namun tidak mengetahui cara merawatnya, ada baiknya berkonsultasi pada spiritualis agar paham bagaimana merawatnya. Meski demikian, ada juga benda pusaka yang tidak memiliki efek samping jika energinya berasalah dari dimensi alam positif.

Merawat Benda Pusaka Apakah Musrik ?

Tergantung niat anda. Semua perbuatan tergantung niatnya. Jika anda menyembah pusaka, menjadikan pusaka itu "tuhan" maka itu disebut musrik. Namun jika anda menjadikan pusaka tersebut sebagai suatu benda antik/seni yang harus dilestarikan maka itu tidak masalah. Demikian pula dengan khodamnya, harus dipandang sebagai sesama mahluk Allah yang perlu dihormati juga. Dihormati seperti kita menghormati mahluk Allah yang lain. Selama kita tidak menyembah mahluk Allah maka tidak ada masalah dengan merawat pusaka. Jadi semuanya kembali kepada niat kita.

Demikian juga dengan tuah pusaka mirip dengan kita berobat ke dokter, ketika kita sembuh dari penyakit apakah kita meyakini obat/dokter yang menyembuhkan ataukah sembuh karena kuasa Allah? Tentu saja kesembuhan karena Allah sedangkan dokter atau obat sifatnya hanya perantara saja. Hal seperti ini haruslah dipahami dengan benar agar tidak terjebak menjadikan perantara-perantara tersebut sebagai Tuhan baru.

Lagi pula di era modern yang rasional seperti ini sudah sangat jarang melihat manusia yang menyembah keris, patung dan lain sebagainya karena tentu sudah tidak masuk akal lagi. Bahkan di beberapa agama yang ada patungnya pun mereka tidak menyembah patungnya karena mereka juga tahu patung tidak hidup, tidak bisa bergerak mengabulkan permintaan mereka. Patung tersebut hanyalah simbol supaya mereka lebih mudah memusatkan pikiran saat beribadah, menyembah Tuhan yang Maha Gaib.









COSCINOMANCY

Metode ramalan yang menggunakan sebuah saringan gantung sebagai mediumnya, biasanya digunakan untuk mengindentifikasikan pelaku kejahatan.

KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.