Kamis Pon, 16 Agustus 2018
4 Dzulhijjah 1439 Hijriyah


Karakteristik Chakra Manipura


chakra manipura

Manipura atau yang dalam bahasa Sanksekerta berarti permata batin yang bersinar terang adalah chakra yang terletak didalam hati. Manipura menyerap unsur api dan berwarna kuning. Simbol chakra ini adalah teratai dengan sepuluh helai kelopak. Energi api yang ada dalam chakra ini dapat membantu kita menyadari kekuatan batin dan kekuatan pribadi yang ada dalam diri. Melalui energi api ini, seseorang akan terus merasakan dorongan untuk bergerak maju.


Chakra Manipura berhubungan dengan kekuasaan, kekuatan fisik, dan kemauan keras. Chakra ini lebih banyak memengaruhi sistem pencernaan tubuh dengan mengendalikan usus-usus di dalam perut. Selain itu, tugas utama dari chakra ini yaitu untuk mengendalikan dan memberi energi pada organ-organ pencernaan, termasuk pankreas, ginjal, hati, iambung, usus besar, usus halus, usus buntu, serta memengaruhi kualitas darah.

Bermeditasi pada chakra ini akan membuat manusia semakin mengerti tentang berbagai pengaruh atau pengetahuan astral, menguasai tenaga dalam, dan menguasai sifat dari unsur api, panas, cahaya, sinar, dan listrik. Dengan unsur api atau cahaya, segala emosi berupa ketidakpuasan, kesedihan, kejengkelan, kemarahan, putus asa, stres, merasa menderita, dan berbagai penyakit yang berkaitan dengan pikiran dapat dihancurkan yang pada akhirnya membawa kita pada kebahagiaan yang sempurna di samping dapat mengerti jalan menuju kematian.

Chakra ini lebih fokus pada hubungan seseorang dengan dirinya sendiri, juga pada bagaimana cara memperkuat kemauan dan kekuatan batin. Keseimbangan dan keselarasan pada chakra ini tergantung pada keadaan orang tersebut. Seseorang mungkin merasa tidak berdaya dan merasakan frustrasi ketika chakra ini tidak selaras. Gangguan fungsi pada chakra ini akan bermanifestasi sebagai penyakit diabetes melitus, tukak lambung, radang hati, penyakit jantung dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan organ-organ tersebut.

Sebagaimana dituliskan oleh Pujiastuti Sindhu dalarn Hidup Sehat dan Seirnbang dengan Yoga: Daily Practice, teknik yoga yang dapat menyelaraskan chakra ini di antara adalah semua postur surya namaskar, postur memuntir tulang punggung, navasana, virabhadrasana, serta kalapabhati.









BELOMANCY

Metode ramalan kuno dengan cara melepaskan anak panah. Metode ramalan ini dikenal dengan banyak bentuk. Masyarakat Babylonia dan Syria melekatkan label berisi angka-angka pada anak panah tersebut yang kemudian ditembakkan sejauh mungkin. Cara lainnya yakni dengan menembakkan anak panah ke udara dan kemudian arah serta bentuk pendaratan dari anak panah tersebut ditafsirkan. Metode lainnya dipergunakan oleh masyarakat Yunani dan kemudian oleh masyarakat Arab adalah dengan menembakkan anak panah ke sebuah batu lalu tanda-tanda yang dihasilkan dari tembakan anak panah tersebut ditafsirkan. Sedangkan metode yang dipakai oleh masyarakat Tibet adalah dengan menempatkan dua anak panah dengan ujung lancip mengarah ke bawah di dalam sebuah wadah kemudian mereka akan mengartikan pergerakkan yang terjadi didalamnya. Metode lain adalah dengan melekatkan tulisan-tulisan berisi ramalan pada anak panah lalu dipilih secara acak.

TAPA LELONO

Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh (waktu ini dipergunakan sebagai waktu instropeksi diri).


TOKO SUPRANATURAL

belajar metafisika

bisnis bitcoin