Minggu Legi, 26 Mei 2019
21 Ramadhan 1440 Hijriyah


Firasat Awal Bulan Hijriyah


firasat hijriyah

Dalam kalender masehi, Tahun baru diawali pada bulan januari, sedangkan pata kalender islam/hijriyah, awal tahun baru diawali pada bulan muharram. Ada pertanda tertentu yang bisa kita perhatikan saat tahun baru islam tiba yakni dengan mengamati hari apakah tanggal 1 muharram itu. Dari hari tersebut ada pertanda-pertanda atau firasat yang perlu diwaspadai.


Menurut Syekh Muhammad Arl-Marzuqin dalam kitab “NATIIJATUL menjelaskan :

Minggu : apabila awal tahun hijriyah yaitu awal bulan Muharam jatuh pada hari Ahad maka menunjukkan bahwa para pembesar, para raja dan penguasa banyak yang zalim, kemarau panjang dan sedikif hujan.

Senin : apabila jatuhh padarhari Isnen, menunjukkan kebaikan para raja,  penguasa dan banyak turun hujan.

Selasa : apabila jatuh pada hari Selasa, maka pertanda banyak raja dan pembesar serta penguasa yang meninggal dunia, banyak terjadi keributan dan pertumpahan darah dan harga barang-barang kebutuhan sehari-hari naik terus di samping hujan yang hanya sedikit turun.

Rabu : apabila jatuh pada hari Rabu rnaka situasinya sedang-sedang saja, artinya tidak terlalu sulit tetapi juga tidak terlalu mudah.

Kamis : apabila jatuh pada hari kamis maka pertanda banyak raja yang adil dan para penguasa pun banyak yang jujur dan tidak ada yang melakukan korupsi atau penghianatan. Begitu pula para pejabat Departemen kehakiman hampir semuanya jujur-jujur semua. Di sampingitu banyak hujan dan banyak rezeki.

Jumat : apabila awal tahun muharram jatuh pada hari Jum’at, maka suatu pertanda bnyak raja-raja yang zalim, banyak pejabat tinggi dan penguasa yang korupsi, curang dan mereka itu lebih banyak berkata dari pada bekerja. Pada tahun itu sedikit seikali hujan turun.

Sabtu : apabila awal tahun Muharam jatuh pada hari Sabtu, maka itu berarti sebagian besar rakyat akan mengalami kesulitan dalam mencari lapangan pekerjaan sehingga dalam hidupnya selalu mengalami berbagai kesulitan. Rakyat kecil merasa was-was menghadapi kenyataan hidup yang tiadk menentu sebab banyak terjadi tindak kekerasan di mana-mana.









KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

GEOMANCY

Metode ramalan yang menggunakan bumi sebagai mediumnya yakni dengan menafsirkan bentuk tanah dan pengaruh arus bumi. Metode ini termasuk juga menafsirkan titik-titik bumi, pola-pola yang dihasilkan oleh segenggam tanah yang jatuh ke dataran, menafsirkan gundukan, bunyi dan gerakan retakan-retakan yang dihasilkan oleh lumpur yang mengering.


belajar metafisika

info dunia gaib