Kamis Kliwon, 19 Juli 2018
6 DzulQa'dah 1439 Hijriyah


Apa itu Santet, Pelet dan Tenung ?


ilmu santet

Banyak istilah dalam dunia mistik yang berkaitan dengan ilmu hitam misalnya santet, tenung, pelet, sihir, voodoo dan lain sebagainya. Semua istilah tersebut pada hakekatnya memiliki arti yang sama yakni ILMU HITAM. Ilmu hitam adalah ilmu yang memanfaatkan kerjasama antara manusia dan mahluk halus dengan tujuan yang bersifat jahat kekuatan.

Ilmu hitam merupakan salah satu ilmu tertua di dunia karena sejak jaman para Nabi pun ilmu ini sudah eksis dan bahkan hingga sampai saat ini pun ilmu hitam masih marah digunakan untuk berbagai keperluan seperti mencelakai orang, mengalahkan pesaing bisnis-karir-percintaan, merusak rumah tangga orang dll.


Dalam agama Islam, ilmu hitam lebih dikenal dengan istilah ilmu sihir. Jadi istilah sihir itu sudah mencakup ilmu santet, pelet, tenung dll. Namun demikian secara detail, sebenarnya ada perbedaaan antara santet, pelet dan tenung dilihat dari efek yang ditimbulkannya.

1. Ilmu Santet

Santet merupakan sejenis ilmu hitam yang digunakan untuk mencelakai orang lain dari jarak jauh. Untuk menyerang dari jarak jauh secara tepat, biasanya dibutuhkan data seperti nama lengkap, tanggal lahir, alamat, nama ortu dan foto atau benda yang pernah dipakainya. Makin lengkap datanya, makin akurat serangan santetnya.

Santet menyerang dengan energi tanpa membawa benda mati seperti jarum, kawat, silet, jerami dan sejenisnya sehingga korban santet jika di rontgen tidak akan ditemukan benda-benda tersebut di dalam tubuhnya. Orang yang terkena santet biasanya mengeluh seperti orang terkena sakit medis seperti stroke, jantung, sakit kepala, pusing/linglung dan sejenisnya. Pada santet tingkat tinggi, korbannya bisa mengalami mati mendadak seperti serangan jantung, stroke atau kecelakaan di jalanan sehingga kematiannya akan dianggap wajar oleh orang awam.


2. Ilmu Tenung

Tenung sama seperti santet hanya saja bedanya adalah ilmu tenung menggunakan benda mati atau benda hidup untuk menyerang korban. Korban yang terkena biasanya ada benda-benda aneh didalam tubuhnya seperti jarum, jerami, beling hingga mahluk hidup seperti kelabang bahkan kalajengking. Korban yang disusupi tenung biasanya terdapat perubahan pada tubuhnya seperti perut yang menggelembung atau bengkak dibagian tubuh, sering keluar darah.

Serangan ilmu tenung lebih berbahaya daripada santet dan ketika serangan itu datang biasanya terdengar ada gelas, piring yang pecah tanpa sebab, keramik dirumah pecah atau lepas, atau terdengar suara dentuman saat tenung tiba dirumah korban.


3. Ilmu Pelet

Berbeda dengan santet dan tenung yang targetnya adalah mencelakai korban, ilmu pelet digunakan agar orang yang dituju tergila-gila kepada pengirim ilmu pelet tersebut. Korban akan rindu dan cinta berat pada pengirimnya. Ilmu pelet biasanya memggunakan khodam tertentu yang sifatnya mampu membolak balik hati dan pikiran seseorang. Sifatnya dapat memaksa apalagi jika korban tidak memiliki pagaran gaib yang kuat.

Ilmu pelet biasanya digunakan jika cinta ditolak atau pernah dihina lawan jenis atau untuk menguasai harta korban dengan jalan menikahinya melalui ilmu pelet. Ilmu pelet hanya bekerja untuk mereka yang sudah saling kenal atau minimal pernah kenalan karena alam bawah sadar korban akan dikuasainya juga dengan ilmu pelet sehingga dapat membolak-balik hati/perasaan.









KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

OMPHALOMANCY

Metode ramalan yang meramal berapa banyak anak yang akan dimiliki oleh seorang ibu di masa depannya dengan cara menghitung jumlah ikatan yang ada di ari-ari si jabang bayi yang baru lahir.


belajar metafisika

bisnis bitcoin