Sabtu Wage, 17 Agustus 2019
15 Dzulhijjah 1440 Hijriyah


Arti Nama Widani Aulia
 

Arti Nama Widani Aulia

Berikut adalah Arti Nama Widani Aulia berdasarkan metode Pythagoras. Metode ini bukanlah mengartikan nama berdasarkan suatu bahasa namun mengartikan nama dengan menghitung tiap hurufnya dimana tiap huruf tersebut mengandung nilai dan arti tertentu sehingga satu huruf pun akan berpengaruh pada arti nama tersebut.
 
 

WIDANI AULIA
arti namanya adalah :
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
(19) Kebodohan
(600) Kesempurnaan dan kebaikan
(90) Kesesatan dan kedukaan
(4) Keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan
(400) Perjalanan yang melelahkan
(60) Berpisah dari pasangan hidup
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada roh
(200) Sifat ragu-ragu
(31) Gemar akan Kemasyhuran dan kebajikan
(30) Kemasyhuran dan pernikahan
POSITIF : 55%


WIDANI
Arti namanya adalah :
(4) Keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan
(13) Kurang beribadah
(400) Perjalanan yang melelahkan
(60) Berpisah dari pasangan hidup
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada roh
POSITIF : 40%


AULIA
Arti namanya adalah :
(6) Pekerjaan yang sempurna
(200) Sifat ragu-ragu
(31) Gemar akan Kemasyhuran dan kebajikan
(30) Kemasyhuran dan pernikahan
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
POSITIF : 80%



 
Tidaklah mudah mendapatkan arti nama yang 100% positif semua, diharapkan nama mengandung arti yang positif minimal 65%. Jika arti nama mayoritas sudah positif maka anda bisa mengecek apakah nama tersebut sudah sinkron dengan tanggal kelahiran ataukah belum. Silahkan cek di menu Nama Hoki. Bagi yang ingin melakukan pencarian arti nama lainnya silahkan klik Arti Nama
 







ABDAL

adalah orang yang dekat kepada Tuhan yang ditetapkan olehNya sebagai wali pengganti jika ada wali yang meninggal dunia

KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.