Kamis Pahing, 24 Oktober 2019
24 Safar 1441 Hijriyah


nomor hp hoki
Arti Nama Nengah Lembing
 

Arti Nama Nengah Lembing

Berikut adalah Arti Nama Nengah Lembing berdasarkan metode Pythagoras. Metode ini bukanlah mengartikan nama berdasarkan suatu bahasa namun mengartikan nama dengan menghitung tiap hurufnya dimana tiap huruf tersebut mengandung nilai dan arti tertentu sehingga satu huruf pun akan berpengaruh pada arti nama tersebut.
 
 

NENGAH LEMBING
arti namanya adalah :
(7) Jalan penghidupan yang tentram, merdeka, bahagia dan sempurna
(200) Sifat ragu-ragu
(14) Pengorbanan
(10) Berhasil dengan baik, cerdas dan beruntung
(4) Keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan
(100) Berkah Tuhan
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
(13) Kurang beribadah
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada roh
POSITIF : 67%


NENGAH
Arti namanya adalah :
(2) Kerusakan, kebinasaan dan kematian
(100) Berkah Tuhan
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
POSITIF : 67%


LEMBING
Arti namanya adalah :
(5) Kebahagiaan, kehormatan dan pernikahan
(100) Berkah Tuhan
(13) Kurang beribadah
(10) Berhasil dengan baik, cerdas dan beruntung
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada roh
POSITIF : 80%



 
Tidaklah mudah mendapatkan arti nama yang 100% positif semua, diharapkan nama mengandung arti yang positif minimal 65%. Jika arti nama mayoritas sudah positif maka anda bisa mengecek apakah nama tersebut sudah sinkron dengan tanggal kelahiran ataukah belum. Silahkan cek di menu Nama Hoki. Bagi yang ingin melakukan pencarian arti nama lainnya silahkan klik Arti Nama
 







FOSIL

bagian dari mahkluk hidup pada jaman dulu (purba) yang sudah membatu.

WUKU

Wuku adalah nama sebuah siklus waktu yang berlangsung selama 30 pekan. Satu pekan atau minggu terdiri dari tujuh hari sehingga satu siklus wuku terdiri dari 210 hari. Perhitungan wuku (bahasa Jawa: pawukon) terutama digunakan di Bali dan Jawa. Ide dasar perhitungan menurut wuku ini adalah bertemunya dua hari dalam sistem pancawara(pasaran) dan saptawara (pekan) menjadi satu. Sistem pancawara atau pasaran terdiri dari lima hari, sedangkan sistem saptawara terdiri dari tujuh hari. Dalam satu wuku, pertemuan antara hari pasaran dan hari pekan sudah pasti. Misalkan hari Sabtu-Pon terjadi dalam wuku Wugu. Menurut kepercayaan tradisional orang Bali dan Jawa, semua hari-hari ini memiliki makna khusus.




belajar metafisika