Selasa Pahing, 16 Juli 2019
13 DzulQa'dah 1440 Hijriyah


Arti Nama Kandi Supriadi
 

Arti Nama Kandi Supriadi

Berikut adalah Arti Nama Kandi Supriadi berdasarkan metode Pythagoras. Metode ini bukanlah mengartikan nama berdasarkan suatu bahasa namun mengartikan nama dengan menghitung tiap hurufnya dimana tiap huruf tersebut mengandung nilai dan arti tertentu sehingga satu huruf pun akan berpengaruh pada arti nama tersebut.
 
 

KANDI SUPRIADI
arti namanya adalah :
(4) Keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan
(13) Kurang beribadah
(500) Suci
(17) Kecelakaan dan tabiat pelupa
(10) Berhasil dengan baik, cerdas dan beruntung
(7) Jalan penghidupan yang tentram, merdeka, bahagia dan sempurna
(60) Berpisah dari pasangan hidup
(400) Perjalanan yang melelahkan
(50) Pengampunan dan kemerdekaan
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada roh
POSITIF : 60%


KANDI
Arti namanya adalah :
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
(10) Berhasil dengan baik, cerdas dan beruntung
(60) Berpisah dari pasangan hidup
(4) Keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan
POSITIF : 75%


SUPRIADI
Arti namanya adalah :
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada roh
(12) Alamat baik
(400) Perjalanan yang melelahkan
(50) Pengampunan dan kemerdekaan
POSITIF : 75%



 
Tidaklah mudah mendapatkan arti nama yang 100% positif semua, diharapkan nama mengandung arti yang positif minimal 65%. Jika arti nama mayoritas sudah positif maka anda bisa mengecek apakah nama tersebut sudah sinkron dengan tanggal kelahiran ataukah belum. Silahkan cek di menu Nama Hoki. Bagi yang ingin melakukan pencarian arti nama lainnya silahkan klik Arti Nama
 







TAPA LELONO

Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh (waktu ini dipergunakan sebagai waktu instropeksi diri).

KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.


belajar metafisika

info dunia gaib