Sabtu Kliwon, 20 April 2019
14 Sya'ban 1440 Hijriyah


Arti Nama Inggarda Arishtoka
 

Arti Nama Inggarda Arishtoka

Berikut adalah Arti Nama Inggarda Arishtoka berdasarkan metode Pythagoras. Metode ini bukanlah mengartikan nama berdasarkan suatu bahasa namun mengartikan nama dengan menghitung tiap hurufnya dimana tiap huruf tersebut mengandung nilai dan arti tertentu sehingga satu huruf pun akan berpengaruh pada arti nama tersebut.
 
 

INGGARDA ARISHTOKA
arti namanya adalah :
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada roh
(21) Kebijaksanaan, penciptaan dan kegaiban
(400) Perjalanan yang melelahkan
(90) Kesesatan dan kedukaan
(8) Perasaan pada keadilan
(100) Berkah Tuhan
(49) Rakus dan pamer kekayaan
(40) Pesta, kegembiraan dan pernikahan
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
(300) Kesentausaan dan suka ilmu pengetahuan
POSITIF : 60%


INGGARDA
Arti namanya adalah :
(5) Kebahagiaan, kehormatan dan pernikahan
(14) Pengorbanan
(100) Berkah Tuhan
(49) Rakus dan pamer kekayaan
(40) Pesta, kegembiraan dan pernikahan
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
POSITIF : 50%


ARISHTOKA
Arti namanya adalah :
(7) Jalan penghidupan yang tentram, merdeka, bahagia dan sempurna
(16) Kecintaan dan kebahagiaan
(300) Kesentausaan dan suka ilmu pengetahuan
(49) Rakus dan pamer kekayaan
(40) Pesta, kegembiraan dan pernikahan
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
POSITIF : 67%



 
Tidaklah mudah mendapatkan arti nama yang 100% positif semua, diharapkan nama mengandung arti yang positif minimal 65%. Jika arti nama mayoritas sudah positif maka anda bisa mengecek apakah nama tersebut sudah sinkron dengan tanggal kelahiran ataukah belum. Silahkan cek di menu Nama Hoki. Bagi yang ingin melakukan pencarian arti nama lainnya silahkan klik Arti Nama
 







PELET

adalah ilmu gaib yang bertujuan membuat seseorang yang dituju menyukai/sayang/jatuh hati kepada orang yang melakukan pelet. Istilah lain pelet adalah pengasihan (tujuan positif) dan guna-guna (tujuan negatif).

KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.


belajar metafisika

info dunia gaib