Selasa Kliwon, 17 September 2019
17 Muharam 1441 Hijriyah


Arti Nama Dwi Febri Yansyah
 

Arti Nama Dwi Febri Yansyah

Berikut adalah Arti Nama Dwi Febri Yansyah berdasarkan metode Pythagoras. Metode ini bukanlah mengartikan nama berdasarkan suatu bahasa namun mengartikan nama dengan menghitung tiap hurufnya dimana tiap huruf tersebut mengandung nilai dan arti tertentu sehingga satu huruf pun akan berpengaruh pada arti nama tersebut.
 
 

DWI FEBRI YANSYAH
arti namanya adalah :
(5) Kebahagiaan, kehormatan dan pernikahan
(14) Pengorbanan
(400) Perjalanan yang melelahkan
(50) Pengampunan dan kemerdekaan
(13) Kurang beribadah
(10) Berhasil dengan baik, cerdas dan beruntung
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada roh
(100) Berkah Tuhan
(2) Kerusakan, kebinasaan dan kematian
(900) Pertempuran/peperangan
(40) Pesta, kegembiraan dan pernikahan
POSITIF : 55%


DWI
Arti namanya adalah :
(8) Perasaan pada keadilan
(400) Perjalanan yang melelahkan
(13) Kurang beribadah
(10) Berhasil dengan baik, cerdas dan beruntung
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada roh
POSITIF : 60%


FEBRI
Arti namanya adalah :
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada roh
(100) Berkah Tuhan
(2) Kerusakan, kebinasaan dan kematian
POSITIF : 67%


YANSYAH
Arti namanya adalah :
(4) Keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan
(13) Kurang beribadah
(900) Pertempuran/peperangan
(40) Pesta, kegembiraan dan pernikahan
POSITIF : 50%



 
Tidaklah mudah mendapatkan arti nama yang 100% positif semua, diharapkan nama mengandung arti yang positif minimal 65%. Jika arti nama mayoritas sudah positif maka anda bisa mengecek apakah nama tersebut sudah sinkron dengan tanggal kelahiran ataukah belum. Silahkan cek di menu Nama Hoki. Bagi yang ingin melakukan pencarian arti nama lainnya silahkan klik Arti Nama
 







KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

BIKSU

rohaniawan agama budha.


belajar metafisika

info dunia gaib