Minggu Legi, 21 April 2019
15 Sya'ban 1440 Hijriyah


Arti Nama Dudung Supriatna
 

Arti Nama Dudung Supriatna

Berikut adalah Arti Nama Dudung Supriatna berdasarkan metode Pythagoras. Metode ini bukanlah mengartikan nama berdasarkan suatu bahasa namun mengartikan nama dengan menghitung tiap hurufnya dimana tiap huruf tersebut mengandung nilai dan arti tertentu sehingga satu huruf pun akan berpengaruh pada arti nama tersebut.
 
 

DUDUNG SUPRIATNA
arti namanya adalah :
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
(10) Berhasil dengan baik, cerdas dan beruntung
(36) Jenius dan berpengetahuan luas
(30) Kemasyhuran dan pernikahan
(6) Pekerjaan yang sempurna
(1000) Sifat pengasih dan penyayang
(400) Perjalanan yang melelahkan
(50) Pengampunan dan kemerdekaan
(5) Kebahagiaan, kehormatan dan pernikahan
(500) Suci
(81) Seniman
(80) Kesembuhan
POSITIF : 92%


DUDUNG
Arti namanya adalah :
(5) Kebahagiaan, kehormatan dan pernikahan
(14) Pengorbanan
(400) Perjalanan yang melelahkan
(50) Pengampunan dan kemerdekaan
POSITIF : 50%


SUPRIATNA
Arti namanya adalah :
(5) Kebahagiaan, kehormatan dan pernikahan
(14) Pengorbanan
(500) Suci
(81) Seniman
(80) Kesembuhan
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
POSITIF : 84%



 
Tidaklah mudah mendapatkan arti nama yang 100% positif semua, diharapkan nama mengandung arti yang positif minimal 65%. Jika arti nama mayoritas sudah positif maka anda bisa mengecek apakah nama tersebut sudah sinkron dengan tanggal kelahiran ataukah belum. Silahkan cek di menu Nama Hoki. Bagi yang ingin melakukan pencarian arti nama lainnya silahkan klik Arti Nama
 







BELOMANCY

Metode ramalan kuno dengan cara melepaskan anak panah. Metode ramalan ini dikenal dengan banyak bentuk. Masyarakat Babylonia dan Syria melekatkan label berisi angka-angka pada anak panah tersebut yang kemudian ditembakkan sejauh mungkin. Cara lainnya yakni dengan menembakkan anak panah ke udara dan kemudian arah serta bentuk pendaratan dari anak panah tersebut ditafsirkan. Metode lainnya dipergunakan oleh masyarakat Yunani dan kemudian oleh masyarakat Arab adalah dengan menembakkan anak panah ke sebuah batu lalu tanda-tanda yang dihasilkan dari tembakan anak panah tersebut ditafsirkan. Sedangkan metode yang dipakai oleh masyarakat Tibet adalah dengan menempatkan dua anak panah dengan ujung lancip mengarah ke bawah di dalam sebuah wadah kemudian mereka akan mengartikan pergerakkan yang terjadi didalamnya. Metode lain adalah dengan melekatkan tulisan-tulisan berisi ramalan pada anak panah lalu dipilih secara acak.

WUNGON

Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.


belajar metafisika

info dunia gaib