Sabtu Pahing, 19 Oktober 2019
19 Safar 1441 Hijriyah


nomor hp hoki
Arti Nama Bima Agastya Fiandra
 

Arti Nama Bima Agastya Fiandra

Berikut adalah Arti Nama Bima Agastya Fiandra berdasarkan metode Pythagoras. Metode ini bukanlah mengartikan nama berdasarkan suatu bahasa namun mengartikan nama dengan menghitung tiap hurufnya dimana tiap huruf tersebut mengandung nilai dan arti tertentu sehingga satu huruf pun akan berpengaruh pada arti nama tersebut.
 
 

BIMA AGASTYA FIANDRA
arti namanya adalah :
(9) Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
(18) Kekejaman
(700) Kekuatan
(80) Kesembuhan
(3) Spiritual, mistik, kepercayaan pada roh
(42) Umur pendek dan kehidupan yang tidak bahagia
(40) Pesta, kegembiraan dan pernikahan
(2) Kerusakan, kebinasaan dan kematian
(600) Kesempurnaan dan kebaikan
(100) Berkah Tuhan
(41) Kenistaan
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
POSITIF : 59%


BIMA
Arti namanya adalah :
(6) Pekerjaan yang sempurna
(42) Umur pendek dan kehidupan yang tidak bahagia
(40) Pesta, kegembiraan dan pernikahan
(2) Kerusakan, kebinasaan dan kematian
POSITIF : 50%


AGASTYA
Arti namanya adalah :
(6) Pekerjaan yang sempurna
(600) Kesempurnaan dan kebaikan
POSITIF : 100%


FIANDRA
Arti namanya adalah :
(6) Pekerjaan yang sempurna
(100) Berkah Tuhan
(41) Kenistaan
(40) Pesta, kegembiraan dan pernikahan
(1) Ambisius/gemar/bernafsu mengejar kehormatan
POSITIF : 80%



 
Tidaklah mudah mendapatkan arti nama yang 100% positif semua, diharapkan nama mengandung arti yang positif minimal 65%. Jika arti nama mayoritas sudah positif maka anda bisa mengecek apakah nama tersebut sudah sinkron dengan tanggal kelahiran ataukah belum. Silahkan cek di menu Nama Hoki. Bagi yang ingin melakukan pencarian arti nama lainnya silahkan klik Arti Nama
 







KALENDER JAWA

Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Dalam sistem kalender Jawa, siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang, dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Pada tahun 1625 Masehi, Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar, namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka, diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa.

ALEUROMANCY

Metode ramalan yang menggunakan ?Kue Keberuntungan? sebagai mediumnya




belajar metafisika